Antara Harapan dan Keputusan

Semenjak merasakan bagaimana sibuknya menjadi panitia, rasa mengeluh menjadi peserta pun mulai berkurang. Siapa pun yang mengutarakan bahwa panitia itu lebih ribet daripada peserta, saya setuju dengan Anda.

Bagi kami rasanya tidak ada rencana liburan tanpa didahului dengan kerempongan yang ada saja macam masalahnya. Saya yang sudah kapok dengan istilah penanggung jawab, pelaksana kegiatan, atau pun panitia mulai menghindari jabatan sepihak yang bisa saja dilemparkan pada saya oleh teman-teman. Namun apa dikata, selalu saja saya ikut bingung membantu para super sibuk teman-teman saya yang mengurus acara liburan.

Jadi, wahai para peserta, bantulah sedikit kami yang baru saja pusing menyelesaikan UAS dan tugas akhir yang banyak sekali itu dengan tidak menambah bingung kami dengan sikap Anda. Jangan mudah memberi harapan dan bergegaslah mengambil keputusan.

Sebagai sebuah organisasi tidak resmi yang suka sekali jalan-jalan dalam rangka mempererat silaturahmi, teman-teman ‘panitia’ tentu tidak mau dan bisa memaksa Anda untuk harus ikut atau memberi batasan kuota untuk siapa saja yang boleh ikut piknik. Tidak. Kami tidak bisa seperti itu. Belum bisa. Mungkin. Jadi, jangan memberi kami harapan ‘iya’ jika memang Anda tidak yakin bisa ikut bekerja sama dengan baik. Tidak perlu ‘lihat nanti’ karena kami tidak bisa bergantung pada situasi dan kondisi.

Halooo??? Selain membuat pusing ‘panitia’, Anda secara tidak langsung juga memberi harapan tak pasti pada pihak rental mobil dan orang-orang yang berkaitan dengan rencana perjalanan yang insyaAllah menyenangkan ini. Say ‘yes’ if you do and just say ‘sorry’ if you might make us dizzy with your inconsistent decisions. Just let us know.

Yang kedua, bergegaslah. Tidak ada deadline memang, tapi kami, dan Anda, berhadapan dengan waktu. Waktu yang melibatkan banyak pihak. Jangan bersikap egois hanya dengan lama sekali membalas pertanyaan tentang kepastian ikut tidaknya Anda dalam berpartisipasi. Kita sudah mahasiswa, Saudara! Bertanggungjawablah mulai dari hal kecil. Keputusanmu menyangkut hajat hidup banyak orang, wahai pemuda dan pemudi masa depan. Sebegitu susahnya kah?

Semoga kita semua diberi kelancaran, kesadaran, dan kemampuan untuk menjadi lebih baik. Aamiin.

P.S. Maaf jika menyinggung. Saya sedang emosi. Greget sekali melihat tingkah laku kalian, sayangs.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: