BBW: Surga Buku

One of the things a bibliophile loves: seeing a huge pile of books.

Sebagai seorang bibliophile, buying books and storing them in my neat bookshelf is just a happiness. I got to know Big Bad Wolf around two years ago. Saya baru saja pulang dari PPL Thailand ketika teman-teman ‘menjemput’ saya di rumah haha. What’s better than having lovely friends missing you so bad decided to go to my house just to see me after five months being in such long distance? Mbak Dining told me that there was BBW in Surabaya. Weeks later, Mbak Danik and I went to Surabaya to attend BBW for the very first time.

Berangkat dan pulang ke BBW penuh drama euy. Kami nekat pergi ke Surabaya go show dari Malang dengan kereta pagi sekitar jam tujuh. Padahal bukan weekend, tapi memang antusias orang-orang ke BBW tinggi banget sampai-sampai tidak tersedia tempat duduk. Nekatlah akhirnya kami menghabiskan waktu sekitar dua atau tiga jam berdiri sepanjang perjalanan di berbagai macam gerbong karena bosan berdiri terus haha. Kami bukan Surabaya explorer, jadi dengan bantuan teman kami pun mengikuti saran perjalanannya. Turun di Wonokromo lalu naik angkot dan sampailah kami di Surabaya Expo, yang saya ketahui kemudian ternyata bangunannya digagas oleh Pak Dahlan. Saya benar-benar tidak menyesal and I couldn’t be prouder then.

Memasuki avenue saya sangat bahagia. Books are everywhere. Tempatnya pun pewe karena terdapat ruangan untuk istirahat beserta beberapa loker untuk nge-charge. Awesome! Kami menghabiskan waktu lama mengitari tempat dan memilih-milih buku. Saya akhirnya mendapatkan buku Hucklebery Finn terbitan Penguin yang hardcover ow a precious! Selain itu juga buku kumpulan cerita dari Rudyard Kipling yang tebal dan hardcover pula. Semuanya di bawah harga seratus ribu *nangis bahagia*

Pulang dari BBW lebih drama lagi sih. Saya salah beli tiket pulang tadi pagi *yang ini nangis sedih* Akhirnya saya harus beli tiket lagi. Untung saja saya sadar kalau tiketnya salah ketika belum naik kereta, padahal udah masuk peron dan dicek sama petugasnya. Seandainya saya beneran naik kereta yang salah, yang tujuannya kertosono dan entah ke mana, mungkin kami akan terlantar di stasiun sana hiks. Karena sadarnya udah mepet banget, akhirnya kami tidak bisa refund dan harus beli tiket lagi. Well, baiklah… Sesampainya di Malang sekitar pukul sepuluh atau sebelas, kami mulai kebingungan mencari tempat nebeng. Kos kami sama-sama punya jam malam. Akhirnya super duper ngerepotin Widiw. Makasih ya diiwww :*

Setahun berlalu, BBW ada lagi di Surabaya, yeay! Tapinya pada saat dilaksanakan saya ada di Bandung. Mau ke sana jauh banget padahal saya dapat free Preview Sale Pass untuk dua orang. Sedih nggak sih. Akhirnya saya memberikannya kepada salah seorang teman dengan syarat mau dititipin buku haha. Meskipun buku pesanan saya ujung-ujungnya nggak ada, tapi saya dapet Emma dari dia haha *bahagia juga sih akhirnya* Makasih yaa Pak Nuril 😀

Kali ini BBW acaranya di BSD. Kayaknya sih nggak jauh-jauh amat dari Bandung. I mean, bisa lah ya sekalian jalan-jalan haha. Semoga cerita geje ini membuka rezeki saya lagi untuk mendapatkan free presale pass 😀 Buku inceran saya belum dapet-dapet nih, semoga dapat ya kali ini 🙂

Advertisements

Moving On

Jadi begitulah. Kami (saya dan teman saya yang tadi siang janjian bertemu) adalah para pejuang move on dari rasa sakit hati yang kami buat-buat sendiri. Tidak ada yang menjanjikan kami hal-hal bahagia, karena kami sudah terlanjur jatuh bahagia melihatnya tertawa, atau bahkan tersenyum saja. Read the rest of this entry »

Bekal

Perhaps some people wonder why I am that busy to preparing and bringing a lunch to campus. Jawaban awalnya: karena saya adalah anak kosan, jauh dari orang tua, jadi harus bisa menjaga kesehatan diri sendiri (yes, because I have no one called ‘pacar’ who reminds me every afternoon: don’t forget to have a lunch, dear -well, something like that but I am definitely alright with that). Jawaban jujur: Read the rest of this entry »

Antara Harapan dan Keputusan

Semenjak merasakan bagaimana sibuknya menjadi panitia, rasa mengeluh menjadi peserta pun mulai berkurang. Siapa pun yang mengutarakan bahwa panitia itu lebih ribet daripada peserta, saya setuju dengan Anda.

Bagi kami rasanya tidak ada rencana liburan tanpa didahului dengan kerempongan Read the rest of this entry »

Be Someone Special

“Be someone special,” tutur Bu Utami suatu waktu pada mata kuliah English Curriculum.

Sudah cukup lama tiga kata penyemangat itu tertempel di dinding, beberapa kali memantik harapan, namun juga berkali-kali terabaikan. Lalu hari ini, ketika rasa rindu muncul pada sahabat saya yang entah sekarang di mana, Read the rest of this entry »

Meet Up!

Akhir-akhir ini, saya dan teman-teman seringkali susah memilih tempat untuk dituju. Entah karena terlalu banyaknya tempat wisata dan kuliner di Malang atau karena Read the rest of this entry »

Rindu

IMG_0301

Bahkan terkadang, bertemu pun tidak akan menghilangkan masalah.

Ada, orang yang begitu rindu namun ketika mereka bertemu rindu itu tidak hilang. Rindu itu bertambah besar, memuncak, menyimpan setumpuk rindu yang kemudian mulai menggunung lagi, siap meledak. Ada orang yang bilang jawaban ‘I miss you‘ bukanlah ‘I miss you too‘ namun ‘Ayo ketemu’. Namun sayang, apa yang harus kita perbuat ketika pertemuan bukanlah jawaban untuk rindu itu. Lalu apa? Apa obat rindu? Aku tak tahu.

Semester Tiga

kiddie.jpg

So, how was the third semester? Great? Yes, it was great with you.

Mulai sibuk, iya. Namun, melewati hari sibuk dengan banyak tugas bukanlah hal yang perlu ditakuti ketika kita tahu ada banyak sahabat di samping kita, menemani kita melewati Read the rest of this entry »

27 Reasons Why You Should ALWAYS Ask for the Window Seat

it’s amzing!

TwistedSifter

There are plenty of reasons to ask for a window seat. For starters you can lean on the window if you want to sleep, and you never have to get up for someone else! But it’s what’s outside of that window that is most compelling. The world is a wonderful place, one that looks entirely different from above. From sunrises and sunsets to landscapes, cityscapes and all kinds of cloud formations in between; there’s beauty out there as far as the eye can see.

Here are 27 reasons you should always ask for a window seat.

1. You might see Chicago’s skyline reflected in Lake Michigan


Chicago Reflected in Lake Michigan from an Airplane by Mark Hersch

Photograph by MARK HERSCH
Twitter | LinkedIn

2. You could see a rainstorm like this off in the distance


distant-storm-cloud-seen-from-airplane-window

Photograph by HALEY LUNA
Tumblr | Website | Flickr
Instagram | Facebook | Google+ | Twitter

3. Because a solar eclipse at 44,000 ft is…

View original post 415 more words

Apa yang tidak anda lihat di media tentang Gaza? – Wawancara dengan Dubes Palestina, Fariz Mehdawi

You had better read this.

tim marbun

Di tengah ramainya pembicaraan dan perhatian dunia pada peristiwa yang terjadi di Gaza, saya berkesempatan untuk mewawancarai Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N. Mehdawi di Kedutaan Palestina di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2014 dalam bahasa inggris. Berikut adalah terjemahan lengkap dari wawancara yang berdurasi 24 menit tersebut.
Pertanyaan yang saya ajukan akan diawali dengan huruf T, dan jawaban Duta Besar akan ditandai dengan huruf J.
Semoga berguna.
——————————————-
T:
Duta besar, terima kasih atas waktu anda. Pertama saya ucapkan turut prihatin atas kondisi yang terjadi di Gaza saat ini, yang harapannya akan segera membaik. Pertanyaan saya adalah, media tidak selalu dapat menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi disana. Apa kondisi Gaza yang tidak kita lihat di media?
J:
Yang tidak kita lihat, orang selalu tertarik dengan angka. Kita sudah berhitung berapa angka martir disana. Sudah lebih dari 200 orang, dan bangunan yang hancur juga…

View original post 2,679 more words

« Older entries